LAPORAN
PENILAIAN STATUS GIZI DASAR
“
SOP ANTROPOMETRI GIZI”

Kelompok :
1.
Endah
Widiyaningsih (
P07131213039 )
2.
Fajar
Ryandoko ( P07131213041 )
3.
Madhina
Durrotul Azza (
P07131213053 )
4.
Rr
Erina Wulandari (
P07131213065 )
5.
Tutu
Wisti Sabila (
P07131213067 )
6.
Utami
Putri Kinayungan (
P07131213070 )
KEMENTRIAN
KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLTEKKES
KEMENKES YOGYAKARTA
JURUSAN
GIZI
2014
A. Acara
Praktikum :
Penggunaan alat antropometri gizi menurut
SOP
B. Tujuan
Praktikum : Mahasiswa mampu memahami
standar operasoinal procedure penggunaan alat-alat antropometri gizi.
C. Waktu
Praktikum : Senin, 15 September 2014
D. Alat
dan Bahan :
·
Baby
Scale
·
Dacin
·
Microtoise
·
Infantometer
·
LILA
·
Timbangan
Digital
E. Hasil
dan Pembahasan :
1.
Baby
Scale
a.
Letakkan
baby scale pada tempat/lantai yang datar.
b.
Pastikan
bayi memakai pakaian seminimal mungkin.
c.
Letakkan
bayi pada timbangan dan ukur berat badannya (mata pengamat harus sejajar dengan
skala timbangan).
d.
Catat
hasilnya, lalu angkat dan turunkan bayi dari timbangan.
*Keterangan : Jarum Merah : 0-10 kg dengan tingkat ketelitian 0,05 kg.
Jarum Biru : 10-20 kg dengan tingkat ketelitian 0,1 kg.
Hasil
Pengukuran
|
Bayi Ke
|
Berat (kg)
|
|
1
|
5,6
|
|
2
|
3,7
|
|
3
|
6,5
|
2.
Dacin
a. Gantungkan dacin pada dahan pohon atau palang rumah
atau penyangga kaki tiga.
b. Periksalah apakah dacin sudah tergantung kuat. Tarik
batang dacin ke bawah kuat-kuat.
c. Sebelum dipakai geser bandul pada angka 0 (nol).
Batang dacin dikaitkan dengan tali pengaman.
d. Pasanglah celana timbang atau kotak timbang atau
sarung timbang yang kosong pada dacin. Ingat bandul geser pada angka 0
(nol).
e. Seimbangkan dacin yang sudah dibebani celana timbang,
sarung timbang atau kotak timbangan dengan cara memasukkan pasir ke dalam
kantong plastik.
f. Anak ditimbang dan seimbangkan dacing.
g. Tentukan berat badan anak, dengan membaca skala di
ujung bandul yang telah digeser.
h. Catat hasil penimbangan di atas.
i. Geserlah bandul ke angka 0 (nol), letakkan batang
dacin dalam tali pengaman, setelah itu bayi atau anak diturunkan.
Hasil
Pengukuran
|
Bayi Ke
|
Berat (kg)
|
|
1
|
5,3
|
|
2
|
3,6
|
|
3
|
6,4
|
3.
Microtoise
a.
Carilah
dinding atau tiang yang rata, tegak lurus pada lantai dan memiliki lebar
minimal selebar bahu. Lantai harus rata dan datar.
b.
Letakkan
microtoise pada lantai, rapat pada dinding sehingga ujung pita menghadap ke
atas. Tarik ujung pita sampai habis lalu pakulah ujung pita pada tempat yang
telah disediakan,
c.
Microtoise
ditarik ke atas hingga melebihi anak yang diukur.
d.
Anak
jangan menggunakan alas kaki atau topi ketika diukur.
e.
Anak
yang diukur berdiri tegak lurus rapat ke dinding tepat di bawah microtoise.
f.
Posisi
kepala,bahu bagian belakang,pantat dan tumit rapat ke dinding,pandangan ke
depan.
g.
Turunkan
microtoise sampai menyentuh tepat pada kepala bagian atas, pastikan microtoise
tetap menempel rapat ke dinding.
h.
Lakukan
pembacaan terhadap hasil pengukuran.
a.
Catat
hasil pengukuran.
|
Nama
|
Panjang
(cm)
|
|
Erina
|
147
|
|
Tutu
|
160
|
|
Utami
|
152
|
|
Madhina
|
156,7
|
|
Endah
|
154
|
4.
Infantometer
a.
Letakkan
infantometer pada meja yang rata.
b.
Pastikan
meteran pengukur pada angka 0 (nol).
c.
Subyek
yang akan diukur dibaringkan dan dilepas sepatu / sandal, topi, dan lain
sebagainya.
d.
Kepala
(bagian atas, ubun-ubun) menempel pada papan bagian atas dan muka menghadap
lurus.
e.
Kaki
rapat dan lurus, apabila sulit sehingga telapak kaki menekuk, luruskan dengan
cara menyentuh bagian telapak.
f.
Naikkan
/ geser meteran pengukur sampai tepat di telapak kaki. Panjang badan diketahui
dari angka yang tertera.
g.
Catat
panjang badan seakurat mungkin.
Hasil
Pengukuran
|
Bayi Ke
|
Panjang ( cm )
|
|
1
|
39
|
|
2
|
45,7
|
|
3
|
39,8
|
5.
LILA
a.
Tetapkan
letak ujung pundak dan ujung siku dengan cara ditekuk.
b.
Tempelkan
pita pada ujung pundak dalam posisi tangan bergantung bebas tidak tertutup kain
atau pakaian.
c.
Tarik
pita hingga melewati siku.
d.
Tentukan
titik tengah lengan. Lalu tandai bagian tengah tersebut.
e.
Lingkarkan
pita LILA tepat pada tanda tadi.
a.
Lakukan
pembacaan terhadap hasil pengukuran.
b.
Catat
hasil pengukuran.
Hasil pengukuran lengan Tutu yang dilakukan oleh :
|
Nama
|
Panjang (cm)
|
|
Erina
|
25,3
|
|
Utami
|
24,9
|
|
Madhina
|
25,2
|
|
Endah
|
24,6
|
6.
Timbangan
Digital
a.
Aktifkan
alat timbang dengan cara menekan timbangan pada bagian pijakan.
b.
Pada
layar muncul angka 88:8,8 tunggu hingga muncul angka 0,0 kg.
c.
Pastikan
timbangan pada keadaan On.
d.
Upayakan
penimbang dengan pakain seminimal mungkin.
e.
Subjek
berdiri di atas timbangan dengan berat yang tersebar merata pada kedua kaki,
pandangan lurus ke depan.
a.
Catat
angka BB yang tertera pada layar seakurat mungkin.
Hasil
Pengukuran
|
Nama
|
Berat (kg)
|
|
Erina
|
67,2
|
|
Utami
|
53,3
|
|
Madhina
|
47
|
|
Tutu
|
51,8
|
|
Endah
|
47,9
|
F. Kesimpulan :
Untuk memperoleh data yang akurat dan valid, diperlukan
pengetahuan sesuai dengan Standar
Operasional Procedure alat antropometri gizi. Ini bertujuan mengurangi
tingkat kesalahan dan kecelakaan kerja pada saat pengukuran.
G. Daftar
Pustaka
Aritonang, Irianton. 2011. Menilai
Status Gizi untuk Mencapai Sehat Optimal. Yogyakarta: Leutika dengan
CEBios.
Artitonang, Irianton.2013.Memantau dan
Menilai Status Gizi.Yogyakarta
LeutikaBooks dengan CEBios