Kamis, 06 November 2014

laporan pengukuran antropometri

LAPORAN PENILAIAN STATUS GIZI DASAR
“ SOP ANTROPOMETRI GIZI”


Kelompok :
1.    Endah Widiyaningsih                            ( P07131213039 )
2.    Fajar Ryandoko                                    ( P07131213041 )
3.    Madhina Durrotul Azza                         ( P07131213053 )
4.    Rr Erina Wulandari                               ( P07131213065 )
5.    Tutu Wisti Sabila                                   ( P07131213067 )
6.    Utami Putri Kinayungan                       ( P07131213070 )


KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA
JURUSAN GIZI
2014

A.   Acara Praktikum             : Penggunaan alat antropometri gizi   menurut SOP
B. Tujuan Praktikum   : Mahasiswa mampu memahami standar operasoinal procedure penggunaan alat-alat antropometri gizi.
C.   Waktu Praktikum                        : Senin, 15 September 2014
D.   Alat dan Bahan               :
·         Baby Scale
·         Dacin
·         Microtoise
·         Infantometer
·         LILA
·         Timbangan Digital
E.    Hasil dan Pembahasan :
1.    Baby Scale
a.    Letakkan baby scale pada tempat/lantai yang datar.
b.    Pastikan bayi memakai pakaian seminimal mungkin.
c.    Letakkan bayi pada timbangan dan ukur berat badannya (mata pengamat harus sejajar dengan skala timbangan).
d.    Catat hasilnya, lalu angkat dan turunkan bayi dari timbangan.
*Keterangan : Jarum Merah : 0-10 kg dengan tingkat ketelitian 0,05 kg.
Jarum Biru : 10-20 kg dengan tingkat ketelitian 0,1 kg.

Hasil Pengukuran
Bayi Ke
Berat (kg)
1
5,6
2
3,7
3
6,5

2.    Dacin
a.    Gantungkan dacin pada dahan pohon atau palang rumah atau penyangga kaki tiga.
b.    Periksalah apakah dacin sudah tergantung kuat. Tarik batang dacin ke bawah kuat-kuat.
c.    Sebelum dipakai geser bandul pada angka 0 (nol). Batang dacin dikaitkan dengan tali pengaman.
d.    Pasanglah celana timbang atau kotak timbang atau sarung timbang yang kosong pada dacin. Ingat bandul geser pada angka 0 (nol).
e.    Seimbangkan dacin yang sudah dibebani celana timbang, sarung timbang atau kotak timbangan dengan cara memasukkan pasir ke dalam kantong plastik.
f.     Anak ditimbang dan seimbangkan dacing.
g.    Tentukan berat badan anak, dengan membaca skala di ujung bandul yang telah digeser.
h.    Catat hasil penimbangan di atas.
i.      Geserlah bandul ke angka 0 (nol), letakkan batang dacin dalam tali pengaman, setelah itu bayi atau anak diturunkan.

Hasil Pengukuran
Bayi Ke
Berat (kg)
1
5,3
2
3,6
3
6,4

3.    Microtoise
a.    Carilah dinding atau tiang yang rata, tegak lurus pada lantai dan memiliki lebar minimal selebar bahu. Lantai harus rata dan datar.
b.    Letakkan microtoise pada lantai, rapat pada dinding sehingga ujung pita menghadap ke atas. Tarik ujung pita sampai habis lalu pakulah ujung pita pada tempat yang telah disediakan,
c.    Microtoise ditarik ke atas hingga melebihi anak yang diukur.
d.    Anak jangan menggunakan alas kaki atau topi ketika diukur.
e.    Anak yang diukur berdiri tegak lurus rapat ke dinding tepat di bawah microtoise.
f.     Posisi kepala,bahu bagian belakang,pantat dan tumit rapat ke dinding,pandangan ke depan.
g.    Turunkan microtoise sampai menyentuh tepat pada kepala bagian atas, pastikan microtoise tetap menempel rapat ke dinding.
h.    Lakukan pembacaan terhadap hasil pengukuran.
a.    Catat hasil pengukuran.

Nama
Panjang (cm)
Erina
147
Tutu
160
Utami
152
Madhina
156,7
Endah
154

4.    Infantometer
a.    Letakkan infantometer pada meja yang rata.
b.    Pastikan meteran pengukur pada angka 0 (nol).
c.    Subyek yang akan diukur dibaringkan dan dilepas sepatu / sandal, topi, dan lain sebagainya.
d.    Kepala (bagian atas, ubun-ubun) menempel pada papan bagian atas dan muka menghadap lurus.
e.    Kaki rapat dan lurus, apabila sulit sehingga telapak kaki menekuk, luruskan dengan cara menyentuh bagian telapak.
f.     Naikkan / geser meteran pengukur sampai tepat di telapak kaki. Panjang badan diketahui dari angka yang tertera.
g.    Catat panjang badan seakurat mungkin.

Hasil Pengukuran
Bayi Ke
Panjang ( cm )
1
39
2
45,7
3
39,8

5.    LILA
a.    Tetapkan letak ujung pundak dan ujung siku dengan cara ditekuk.
b.    Tempelkan pita pada ujung pundak dalam posisi tangan bergantung bebas tidak tertutup kain atau pakaian.
c.    Tarik pita hingga melewati siku.
d.    Tentukan titik tengah lengan. Lalu tandai bagian tengah tersebut.
e.    Lingkarkan pita LILA tepat pada tanda tadi.
a.    Lakukan pembacaan terhadap hasil pengukuran.
b.    Catat hasil pengukuran.
Hasil pengukuran lengan Tutu yang dilakukan oleh :
Nama
Panjang (cm)
Erina
25,3
Utami
24,9
Madhina
25,2
Endah
24,6

6.    Timbangan Digital
a.    Aktifkan alat timbang dengan cara menekan timbangan pada bagian pijakan.
b.    Pada layar muncul angka 88:8,8 tunggu hingga muncul angka 0,0 kg.
c.    Pastikan timbangan pada keadaan On.
d.    Upayakan penimbang dengan pakain seminimal mungkin.
e.    Subjek berdiri di atas timbangan dengan berat yang tersebar merata pada kedua kaki, pandangan lurus ke depan.
a.    Catat angka BB yang tertera pada layar seakurat mungkin.

Hasil Pengukuran
Nama
Berat (kg)
Erina
67,2
Utami
53,3
Madhina
47
Tutu
51,8
Endah
47,9

F.    Kesimpulan                     :
Untuk memperoleh data yang akurat dan valid, diperlukan pengetahuan sesuai dengan Standar Operasional Procedure alat antropometri gizi. Ini bertujuan mengurangi tingkat kesalahan dan kecelakaan kerja pada saat pengukuran.

G.   Daftar Pustaka
  Aritonang, Irianton. 2011. Menilai Status Gizi untuk Mencapai Sehat Optimal.             Yogyakarta: Leutika dengan CEBios.
                 Artitonang, Irianton.2013.Memantau dan Menilai Status Gizi.Yogyakarta
                    LeutikaBooks dengan CEBios




Rabu, 05 November 2014

selingan

dalam waktu dekat ini aku mau mem-publish coretan tanganku anggap saja fanfiction. castnya? my ice princess Jessica Jung. pasangannya? liat aja nanti. hehehe

catatan kecil part 1

selamat malam...
ehmm mau ngapain ya?
entahlah aku sendiri juga tak tahu,ckckck
mau cerita aja deh. Adakah yang bersedia mendengarkan ceritaku?
ga ada ya udah lah.hanya sekedar mencurahkan isi hati.. #halah
setiap orang pasti mengalami sebuah metamorfosis kehidupan, layaknya kupu-kupu. bermula dari telur, ulat, kepompong dan jadilah kupu-kupu yang cantik. Apakah kalian tahu berapa lama hidup kupu-kupu itu?
tak lama dan hanya sebentar saja. pertanyaannya sekarang adalah, bagaimana dengan sikap orang begitu melihatnya dalam berbeda wujud. apakah selalu sama? jawabannya tentu saja tidak. kebanyakan dari mereka akan jijik dan takut dengan ulat. tak suka bentuk kepompong. lalu akan tertarik melihat kupu-kupu.
nah dari situ dapatkah kalian menyimpulkan sesuatu?
seperti halnya dengan kupu-kupu, begitulah manusia. mereka akan menghormati dan menghargai seseorang yang memiliki hal positif tak hanya dilihat dari luar tapi juga kepribadian. terlebih dengan status. itu hal utama dalam hidup di kalangan masyarakat. ah tidak juga, mereka yang punya status dan jabatan tinggi jika attitude buruk juga akan mendapat penolakan. yang jelas ketiga hal dari kepribadian, penampilan juga status sangat mempengaruhi pandangan masyarakat terhadap keberadaannya seseorang.

cukup dulu untuk hari ini, semoga dapat mngerti maksud dari tulisan gaje ini..
terima kasih sudah berkunjung :)

Sabtu, 27 September 2014

ASAM URAT (GOUT)



A.      Pengertian
Kita pasti pernah mendengar istilah “asam urat”. Setidaknya kita sering mengira bahwa asam urat merupakan jenis penyakit. Bahkan kini beredar mitos bahwa ngilu sendi sama artinya dengan asam urat. Pengertian ini perlu diluruskan karena tidak semua dari keluhan nyeri sendi disebabkan oleh asam urat. Pengertian ini diperparah dengan iklan jamu atau obat tradisional. Asam urat kemudian sering disebut sebagai reumatik atau encok karena adanya rasa nyeri pada tulang, sendi, otot dan jaringan sekitar sendi. Tidak semua keluhan nyeri sendi atau sendi yang bengkak itu berarti penyakit asam urat, untuk memastikannya perlu pemeriksaan laboratorium.

Asam urat sudah dikenal sejak 2000 tahun yang lalu dan merupakan salah satu penyakit tertua yang dikenal manusia. Dulu penyakit ini dikenal dengan penyakit “ para raja”. Sebab, penyakit ini diasosiasikan dengan kebiasaan para raja yang mengkonsumsi makanan dan minuman yang enak-enak.

Sebenarnya apa itu asam urat? Asam Urat (uric acid) dalam The Merck Index, an Enxyclopedia of Chemicals and Drugs edisi ke-9 dinyatakan sebagai suatu senyawa alkaloida turunan purin (xanthine). Senyawa yang pertama kali ditemukan oleh Scheele  pada tahun 1776 ini merupakan produk akhir dari metabolism nitrogen pada burung dan hewan melata. Secara alamiah, purin terdapat dalam tubuh kita dan dijumpai pada semua makanan dari sel hidup yakni makanan dari tanaman ataupun hewan. Asam urat berupa Kristal putih, tidak berbau dan berasa, mengalami dekomposisi dengan pemanasan menjadi asam sianida (HCN), sangat sukar larut dalam air, tetapi larut dalam gliserin dan alkali.

Menurut Mathewas (1991) dalam bukunya, Biochemistry. Asam urat dihasilkan oleh setiap makhluk hidup akibat proses metabolism utama, yaitu suatu proses kimia dalam inti sel yang berfungsi menunjang kelangsungan hidup. Proses dimulai dari makanan berupa karbohidrat, protein dan selulosa (serat) melalui suatu jalur proses kimia yaitu siklus krebs yang menghasilkan energy dan bahan-bahan kimia yang diperlukan tubuh. Bila terjadi penyimpangan dalam proses ini, terutama terjadi pada orang yang berusia 40 tahun keatas atau manula, maka asam urat akan menumpuk. Jadi, asam urat merupakan hasil metabolism di dalam tubuh yang kadarnya tidak boleh berlebih.

Setiap orang memiliki asam urat dalam tubuh karena pada setiap metabolism normal dihasilkan asam urat. Sedangkan pemicunya adalah makanan atau senyawa lain yang banyak mengandung purin. Sebetulnya tubuh menyediakan 85% purin untuk kebutuhan setiap hari. Ini berarti kebutuhan purin dari makanan hanya sekitar 15%. Sayangnya fakta ini masih belum diketahui secara luas oleh masyarakat. Akibatnya, banyak orang yang suka menyamaratakan semua makanan. Makanan yang bersumber dari hewan umumnya lebih tinggi mengandung purin.

Kadar asam urat normal dalam darah adalah 7%mg. Jika lebih dari itu maka disarankan untuk diit berbagai jenis makanan yang merangsang asam urat dalam darah. Bukan hanya kekakuan sendi yang akan diderita namun juga kemungkinan penyakit lain seperti batu ginjal dan hipertensi.
Penumpukan Kristal asam urat yang kronis pada persendian menyebabkan cairan getah bening yang berfungsi sebagai pelincir (lubricant), tidak berfungsi. Akibatnya, persendian tidak dapat digerakkan.

B.      Etiologi
Selain terjadi secara alami, asam urat dalam darah juga dapat meningkat karena faktor dari luar, terutama dari makanan dan minuman yang dapat merangsang pembentukan asam urat. Jenis makanan ini adalah makanan yang mempunyai kadar karbohidrat dan protein tinggi seperti kacang-kacangan, emping, atau melinjo, daging (terutama jeroan), ikan dan cokelat (mengandung theobromine, suatu alkaloid turunan purin). Minuman yang mengandung kafein, seperti kopi, teh dan cola juga dapat menyebabkan peningkatan asam urat. Sebab minuman tersebut mengandung alkaloida turunan purin (ksantin). Kalau darah mengandung kadar alkaloida tinggi, maka dengan adanya enzim ksantin oksidase, terbentuklah asam urat.

Beberapa jenis makanan dan minuman yang diketahui bisa meningkatkan kadar asam urat adalah alcohol, ikan hearing, telur dan jeroan. Ikan hearing atau sejenisnya (sarden) dan jeroan merupakan sumber senyawa yang sangat potensial. Yang tergolong jeroan bukan hanya usus, melainkan semua bagian yang terdapat dalam perut hewan, seperti hati, jantung, babat dan limfa.

Mengkonsumsi  jeroan akan memperberat kerja enzim hipoksantin yang berguna untuk mengolah purin. Akibatnya, banyak sisa asam urat di dalam darah yang berbentuk butiran dan mengumpul disekitar sendi sehingga menimbulkan rasa sakit. Jeroan merupakan salah satu jenis hidangan yang menggiurkan. Olahan jerohan diantaranya soto babat, sate jantung, sambal hati dsb. Namun perlu juga diperhatikan dampaknya. Jika tubuh kelebihan senyawa purin maka persendian akan merasakan sakit.
Faktor penyebab kadar asam urat tinggi adalah :
1.       Faktor keturunan
2.       Penyakit diabetes mellitus
3.       Adanya gangguan ginjal dan hipertensi
4.       Tingginya asupanmakanan yang mengandung purin
5.       Obesitas
6.       Jumlah alcohol yang dikonsumsi
7.       Penggunaan obat kimia yang bersifat analgesic atau diuretic dalam waktu lama.




C.      Patogenesis
Banyak faktor yang berperan dalam mekanisme serangan asam urat. Salah satunya yang telah diketahui perannya dalah konsentrasi asam urat dalam darah. Mekanisme serangan asam urat akut berlangsung melalui beberapa fase yaitu :
1.       Presipitasi Kristal monosodium urat
Presipitasi monosodium urat dapat terjadi di jaringan bila konsentrasi dalam plasma lebih dari 9 mg/dl. Presipitasi ini terjadi di rawan, sonovium, jaringan para-artikuler misalnya bursa, tendon dan selaputnya. Kristal urat yang bermuatan negative akan dibungkus oleh berbagai macam protein. Pembungkusan dengan IgG akan merangsang netrofil untuk berespon terhadap pembentukan Kristal.
2.       Respon leukosir polimorfonukuler (PMN)
Pembentukkan Kristal menghasilkan faktor kemotaksis yang menimbulkan respon leukosit PMN dan selanjutnya akan terjadi fagositosis Kristal oleh leukosit.
3.       Fagositosis
Kristal di fagositosis oleh leukosit membentuk fagolisosom dan akhirnya membrane vakuala disekeliling Kristal bersatu dan membrane leukositik lisosom.
4.       Kerusakan lisosom
Terjadi kerusakan lisosom, sesudah selaput protein dirusak , terjadi ikatan hydrogen antara permukaan Kristal membrane lisoso, peristiwa ini menimbulkan robekan membrane dan pelepasan enzim-enzim oksidase radikal ke dalam sitoplasma.
5.       Kerusakan Sel
Setelah terjadi kerusakan sel, enzim-enzim lisosom dilepaskan kedalam cairan synovial, yang menyebabkan kenaikan inflamasi dan kerusakan jaringan.

D.      Gambaran Klinis
Asam Urat muncul sebagai serangan peradangan sendi yang timbul berulang. Gejala khas dari serangan asam urat adalah serangan akut yang biasanya bersifat monoartikular (menyerang satu sendi saja). Gejala yang muncul berupa pembengkakan, kemerahan, nyeri yang hebat, panas dan gangguan gerak dan sendi yang terserang. Biasanya ini terjadi secara mendadak (akut) dan mencapai puncaknya kurang dari 24 jam. Lokasi yang paling sering terkena serangan pertama adalah sendi pada pangkal ibu jari kaki. Hampir pada semua kasus, lokasi arthritis terjadi pada sendi perifer dan jarang pada sendi sentral.
Serangan terjadi secara tiba-tiba. Bisa saja terjadi di siang hari sampai menjelang tidur tidak ada keluhan tetapi pada tengah malam penderita mendadak merasakan sakit yang sangat. Kalau serangan ini datang, penderita akan merasakan sangat kesakitan walaupun tubuhnya hanya terkena selimut bahkan hembusan angin.

Perjalanan penyakit asam urat sangat khas dan mempunyai 3 tahapan. Tahap pertama disebut tahap arthritis gout akut. Pada tahapan ini penderita akan mengalami serangan arthritis yang khas dan akan menghilang tanpa pengobatan dalam 5-7 hari. Meskipun dilakukan pemeriksaan, dokter yang memeriksa terkadang tidak menduga bahwa itu adalah gejala penyakit gout. Ini karena serangan terjadi dalam waktu singkat dan sembuh dengan sendirinya.
Setelah itu  masuk tahap yaitu gout interkritikal. Pada fase ini penderita dalam keadaan sehat selama jangka waktu tertentu yang berbeda pada setiap orang. Ada yang hanya satu tahun bahkan sepuluh tahun. Namun rata-rata berkisae 1-2 tahun.

Tahap kedua disebut tahap artitis gout akut intermiten. Setelah melewati masa gout interkritikal selama bertahun-tahun tanpa gejala, penderita akan memasuki tahap ini. Tahap ini ditandai dengan serangan yang khas. Selanjutnya penderita akan sering mendapat serangan (kambuh). Jarak  antara serangan satu dengan serangan berikutnya semakin rapat. Ketika serangan, nyeri yang dirasakan semakin lama semakin panjang. Selain itu jumlah sendi yang terserang semakin banyak.

Tahap ketiga disebut tahap arthritis gout kronik berfokus. Tahap ini terjadi pada penderita yang telah terserang sakit selama 10 tahun atau lebih. Pada tahap ini  terjadi benjolan-benjolan di sekitar sendi yang sering meradang. Benjolan-benjolan itu disebut tofus. Tofus berupa benjolan keras berisi serbuk seperti kapur yang merupakan deposit dari Kristal monosodium urat. Tofus ini akan mengakibatkan kerusakan pada sendi dan tulang disekitarnya, tofus pada kaki, bila ukurannya besar  dan banyak akan mengakibatkan penderita tidak dapat memakai sepatu lagi.

E.       Pemeriksaan
Pemeriksaan kadar asam urat di laboratorium ada dua cara yaitu dengan Enzimatik dan teknik biasa. Kadar maksimum asam urat normat menurut ten Enzimatik adalah 7mg/dl. Sedangkan dengan teknik biasa, nilai normal maksimumnya adalah 8mg/dl. Kadar asam urat normal pada pria dan wanita berbeda. Kadar asam urat normal pada pria berkisar 3,5-7mg/dl. Dan pada wanita 2,6-6mg/dl. Bila pemeriksaan menunjukkan kadar asam urat melampaui standar normal, maka penderita dimungkinkan mengalami hiperurisemia.

F.       Penatalaksanaan
Penatalaksanaan arthritis gout sebagai berikut :
a.       Meredakan peradanagn sendi (dengan penggunaan obat dan istirahat sendi yang terkena)
b.      Pengaturan kadar asam urat (pengaturan diit dan obat-obatan)
Tujuan utama pengobatan arthritis gout adalah :
1.       Mengobati serangan akut secara baik dan benar
2.       Mencegah serangan ulangan
3.       Mencegah kelainan sendi yang berat akibat penimbunan Kristal urat
4.       Mencegah komplikasi yang terjadi akibat peningkatan asam urat pada jantung, ginjal dan pembuluh darah.
5.       Mencegah pembentukan batu pada saluran kemih.
Pengobatan dapat dilakukan dengan memberikan obat antiinflamasi nonsteroid (antirematik) dan obat penurun asam urat (obat yang mempercepat/meningkatkan pengeluaran asam urat melalui kemih (probenecid) atau obat yang menurunkan produksi asam urat (allopurinol))
G.     Pengaturan Diit
Selain jeroan makanan tinggi protein dan lemak merupakan sumber purin. Walaupun mengandung kolesterol dan purin yang tinggi makanan yang tinggi lemak dan protein sangat berguna bagi tubuh terutama untuk anak-anak di usia pertumbuhan.  Kolesterol penting bagi precursor vitamin D, bahan pembentuk otak, jaringan saraf, hormone steroid, garam-garam empedu dan membrane sel.
Berikut golongan makanan berdasarkan kandungan purin :
1.       Golongan A : Makanan mengandung purin tinggi (150-800 mg/100 gram makanan). Jenis makanan golongan ini harus dihindari bagi penderita gout. Adapun jenis makanannya :
Ø  Makanan laut, seperti udang, kepiting, tiram, cumi-cumi dsb
Ø  Minuman mengandung alcohol, seperti tape,  bir dsb
Ø  Makanan kaleng seperti sarden, kornet dll
Ø  Jeroan, seperti usus, hati, limpa dll
Ø  Beberapa jenis buah, seperti alpukat, durian, air kelapa muda dll
Ø  Kaldu daging
2.       Golongan B : Makanan yang mengandung purin sedang (50-150 mg/100 gram makanan). Makanan golongan ini boleh dikonsumsi dalam jumlah terbatas. Adapaun makanan yang termasuk ialah :
Ø  Tahu dan tempe
Ø  Ikan, daging sapi, kambing dan ayam
Ø  Beberapa jenis sayuran, seperti kangkung, bayam, taoge, brokoli, daun papaya, asparagus, kacang-kacangan dan jamur.
Ø  Makanan berlemak, seperti santan, margarine, mentega atau gorengan. Lemak dapat menghambat pengeluaran asam urat melalui urine.
3.       Golongan C : Makanan yang mengandung purin lebih ringan (0-50 mg/100 gram makanan). Makanan golongan ini dapat dikonsumsi penderita asam urat. Yang termasuk golongan C :
Ø  Keju, susu, telur
Ø  Makanan sumber KH
Ø  Buah, seperi semangka, melon, nanas, nelimbing manis dan jambu air.Buah-buahan lain jiga dapat dikonsumsi kecuali alpukat dan durian.
Selain itu penderita asam uart diajurkan banyak minum, minimal 2 liter atau 10 gelas setiap hari. Ini bertujuan membantu pengeluaran asam urat melalui urine dan mencegah penumpukan asam urat di ginjal atau kandung kemih.
H.      Jenis Gout
1.       Gout Primer
Penyebab gout primer memang belum diketahui , namun diduga berkaitan dengan faktor genetic dan hormonal sehingga terjadi gangguan metabolism yang ditamdai dengan meningkatnya produksi asam urat atau bahkan berkurangnya pengeluaran asam urat dari tubuh.
Sekitar 90% pasien penderita gout primer adalah pria usia lebih dari 30 tahun, sementara gout pada wanita umumnya setelah menopause.
2.       Gout Sekunder
Gout sekunder muncul karena meningkatnya produksi asam urat akibat mengkonsumsi makanan dengan kadar purin yang tinggi. Selain karena makanan juga bisa disebabkan penyakit darah dan kulit, obat-obatan, obesitas dan penderita DM serta kadar trigliserida yang tinggi. Orang yang menderita penyakit gout sekunder cenderung teledor dalam memilih makanan


Daftar Pustaka
Saraswati, Sylvia. Diet Sehat . 2009 . Yogyakarta : A*PLUS BOOK
Rahmawati, Sita. Menu Sehat Asam Urat. 2010 . Yogyakarta : Insania