A.
Pengertian
Kita pasti
pernah mendengar istilah “asam urat”. Setidaknya kita sering mengira bahwa asam
urat merupakan jenis penyakit. Bahkan kini beredar mitos bahwa ngilu sendi sama
artinya dengan asam urat. Pengertian ini perlu diluruskan karena tidak semua
dari keluhan nyeri sendi disebabkan oleh asam urat. Pengertian ini diperparah dengan
iklan jamu atau obat tradisional. Asam urat kemudian sering disebut sebagai
reumatik atau encok karena adanya rasa nyeri pada tulang, sendi, otot dan jaringan
sekitar sendi. Tidak semua keluhan nyeri sendi atau sendi yang bengkak itu
berarti penyakit asam urat, untuk memastikannya perlu pemeriksaan laboratorium.
Asam urat sudah
dikenal sejak 2000 tahun yang lalu dan merupakan salah satu penyakit tertua yang
dikenal manusia. Dulu penyakit ini dikenal dengan penyakit “ para raja”. Sebab,
penyakit ini diasosiasikan dengan kebiasaan para raja yang mengkonsumsi makanan
dan minuman yang enak-enak.
Sebenarnya apa
itu asam urat? Asam Urat (uric acid)
dalam The Merck Index, an Enxyclopedia of
Chemicals and Drugs edisi ke-9 dinyatakan sebagai suatu senyawa alkaloida
turunan purin (xanthine). Senyawa yang pertama kali ditemukan oleh Scheele pada tahun 1776 ini merupakan produk akhir
dari metabolism nitrogen pada burung dan hewan melata. Secara alamiah, purin
terdapat dalam tubuh kita dan dijumpai pada semua makanan dari sel hidup yakni
makanan dari tanaman ataupun hewan. Asam urat berupa Kristal putih, tidak
berbau dan berasa, mengalami dekomposisi dengan pemanasan menjadi asam sianida
(HCN), sangat sukar larut dalam air, tetapi larut dalam gliserin dan alkali.
Menurut Mathewas
(1991) dalam bukunya, Biochemistry.
Asam urat dihasilkan oleh setiap makhluk hidup akibat proses metabolism utama,
yaitu suatu proses kimia dalam inti sel yang berfungsi menunjang kelangsungan
hidup. Proses dimulai dari makanan berupa karbohidrat, protein dan selulosa
(serat) melalui suatu jalur proses kimia yaitu siklus krebs yang menghasilkan
energy dan bahan-bahan kimia yang diperlukan tubuh. Bila terjadi penyimpangan
dalam proses ini, terutama terjadi pada orang yang berusia 40 tahun keatas atau
manula, maka asam urat akan menumpuk. Jadi, asam urat merupakan hasil
metabolism di dalam tubuh yang kadarnya tidak boleh berlebih.
Setiap orang memiliki
asam urat dalam tubuh karena pada setiap metabolism normal dihasilkan asam
urat. Sedangkan pemicunya adalah makanan atau senyawa lain yang banyak
mengandung purin. Sebetulnya tubuh menyediakan 85% purin untuk kebutuhan setiap
hari. Ini berarti kebutuhan purin dari makanan hanya sekitar 15%. Sayangnya
fakta ini masih belum diketahui secara luas oleh masyarakat. Akibatnya, banyak
orang yang suka menyamaratakan semua makanan. Makanan yang bersumber dari hewan
umumnya lebih tinggi mengandung purin.
Kadar asam urat
normal dalam darah adalah 7%mg. Jika lebih dari itu maka disarankan untuk diit
berbagai jenis makanan yang merangsang asam urat dalam darah. Bukan hanya
kekakuan sendi yang akan diderita namun juga kemungkinan penyakit lain seperti
batu ginjal dan hipertensi.
Penumpukan
Kristal asam urat yang kronis pada persendian menyebabkan cairan getah bening
yang berfungsi sebagai pelincir (lubricant), tidak berfungsi. Akibatnya, persendian
tidak dapat digerakkan.
B.
Etiologi
Selain terjadi
secara alami, asam urat dalam darah juga dapat meningkat karena faktor dari
luar, terutama dari makanan dan minuman yang dapat merangsang pembentukan asam
urat. Jenis makanan ini adalah makanan yang mempunyai kadar karbohidrat dan
protein tinggi seperti kacang-kacangan, emping, atau melinjo, daging (terutama
jeroan), ikan dan cokelat (mengandung theobromine, suatu alkaloid turunan purin).
Minuman yang mengandung kafein, seperti kopi, teh dan cola juga dapat
menyebabkan peningkatan asam urat. Sebab minuman tersebut mengandung alkaloida
turunan purin (ksantin). Kalau darah mengandung kadar alkaloida tinggi, maka
dengan adanya enzim ksantin oksidase, terbentuklah asam urat.
Beberapa jenis
makanan dan minuman yang diketahui bisa meningkatkan kadar asam urat adalah
alcohol, ikan hearing, telur dan jeroan. Ikan hearing atau sejenisnya (sarden)
dan jeroan merupakan sumber senyawa yang sangat potensial. Yang tergolong
jeroan bukan hanya usus, melainkan semua bagian yang terdapat dalam perut
hewan, seperti hati, jantung, babat dan limfa.
Mengkonsumsi jeroan akan memperberat kerja enzim
hipoksantin yang berguna untuk mengolah purin. Akibatnya, banyak sisa asam urat
di dalam darah yang berbentuk butiran dan mengumpul disekitar sendi sehingga
menimbulkan rasa sakit. Jeroan merupakan salah satu jenis hidangan yang
menggiurkan. Olahan jerohan diantaranya soto babat, sate jantung, sambal hati
dsb. Namun perlu juga diperhatikan dampaknya. Jika tubuh kelebihan senyawa
purin maka persendian akan merasakan sakit.
Faktor penyebab
kadar asam urat tinggi adalah :
1.
Faktor keturunan
2.
Penyakit diabetes mellitus
3.
Adanya gangguan ginjal dan hipertensi
4.
Tingginya asupanmakanan yang mengandung purin
5.
Obesitas
6.
Jumlah alcohol yang dikonsumsi
7.
Penggunaan obat kimia yang bersifat analgesic
atau diuretic dalam waktu lama.
C.
Patogenesis
Banyak faktor
yang berperan dalam mekanisme serangan asam urat. Salah satunya yang telah
diketahui perannya dalah konsentrasi asam urat dalam darah. Mekanisme serangan
asam urat akut berlangsung melalui beberapa fase yaitu :
1.
Presipitasi Kristal monosodium urat
Presipitasi monosodium urat dapat terjadi di jaringan
bila konsentrasi dalam plasma lebih dari 9 mg/dl. Presipitasi ini terjadi di
rawan, sonovium, jaringan para-artikuler misalnya bursa, tendon dan selaputnya.
Kristal urat yang bermuatan negative akan dibungkus oleh berbagai macam
protein. Pembungkusan dengan IgG akan merangsang netrofil untuk berespon
terhadap pembentukan Kristal.
2.
Respon leukosir polimorfonukuler (PMN)
Pembentukkan Kristal menghasilkan faktor kemotaksis
yang menimbulkan respon leukosit PMN dan selanjutnya akan terjadi fagositosis
Kristal oleh leukosit.
3.
Fagositosis
Kristal di fagositosis oleh leukosit membentuk
fagolisosom dan akhirnya membrane vakuala disekeliling Kristal bersatu dan
membrane leukositik lisosom.
4.
Kerusakan lisosom
Terjadi kerusakan lisosom, sesudah selaput protein
dirusak , terjadi ikatan hydrogen antara permukaan Kristal membrane lisoso,
peristiwa ini menimbulkan robekan membrane dan pelepasan enzim-enzim oksidase
radikal ke dalam sitoplasma.
5.
Kerusakan Sel
Setelah terjadi kerusakan sel, enzim-enzim lisosom
dilepaskan kedalam cairan synovial, yang menyebabkan kenaikan inflamasi dan
kerusakan jaringan.
D.
Gambaran Klinis
Asam Urat muncul
sebagai serangan peradangan sendi yang timbul berulang. Gejala khas dari
serangan asam urat adalah serangan akut yang biasanya bersifat monoartikular
(menyerang satu sendi saja). Gejala yang muncul berupa pembengkakan, kemerahan,
nyeri yang hebat, panas dan gangguan gerak dan sendi yang terserang. Biasanya
ini terjadi secara mendadak (akut) dan mencapai puncaknya kurang dari 24 jam.
Lokasi yang paling sering terkena serangan pertama adalah sendi pada pangkal
ibu jari kaki. Hampir pada semua kasus, lokasi arthritis terjadi pada sendi
perifer dan jarang pada sendi sentral.
Serangan terjadi
secara tiba-tiba. Bisa saja terjadi di siang hari sampai menjelang tidur tidak
ada keluhan tetapi pada tengah malam penderita mendadak merasakan sakit yang
sangat. Kalau serangan ini datang, penderita akan merasakan sangat kesakitan
walaupun tubuhnya hanya terkena selimut bahkan hembusan angin.
Perjalanan
penyakit asam urat sangat khas dan mempunyai 3 tahapan. Tahap pertama disebut
tahap arthritis gout akut. Pada tahapan ini penderita akan mengalami serangan
arthritis yang khas dan akan menghilang tanpa pengobatan dalam 5-7 hari.
Meskipun dilakukan pemeriksaan, dokter yang memeriksa terkadang tidak menduga
bahwa itu adalah gejala penyakit gout. Ini karena serangan terjadi dalam waktu
singkat dan sembuh dengan sendirinya.
Setelah itu masuk tahap yaitu gout interkritikal. Pada
fase ini penderita dalam keadaan sehat selama jangka waktu tertentu yang
berbeda pada setiap orang. Ada yang hanya satu tahun bahkan sepuluh tahun.
Namun rata-rata berkisae 1-2 tahun.
Tahap kedua
disebut tahap artitis gout akut intermiten. Setelah melewati masa gout
interkritikal selama bertahun-tahun tanpa gejala, penderita akan memasuki tahap
ini. Tahap ini ditandai dengan serangan yang khas. Selanjutnya penderita akan
sering mendapat serangan (kambuh). Jarak
antara serangan satu dengan serangan berikutnya semakin rapat. Ketika
serangan, nyeri yang dirasakan semakin lama semakin panjang. Selain itu jumlah
sendi yang terserang semakin banyak.
Tahap ketiga
disebut tahap arthritis gout kronik berfokus. Tahap ini terjadi pada penderita
yang telah terserang sakit selama 10 tahun atau lebih. Pada tahap ini terjadi benjolan-benjolan di sekitar sendi
yang sering meradang. Benjolan-benjolan itu disebut tofus. Tofus berupa benjolan
keras berisi serbuk seperti kapur yang merupakan deposit dari Kristal
monosodium urat. Tofus ini akan mengakibatkan kerusakan pada sendi dan tulang
disekitarnya, tofus pada kaki, bila ukurannya besar dan banyak akan mengakibatkan penderita tidak
dapat memakai sepatu lagi.
E.
Pemeriksaan
Pemeriksaan
kadar asam urat di laboratorium ada dua cara yaitu dengan Enzimatik dan teknik
biasa. Kadar maksimum asam urat normat menurut ten Enzimatik adalah 7mg/dl.
Sedangkan dengan teknik biasa, nilai normal maksimumnya adalah 8mg/dl. Kadar
asam urat normal pada pria dan wanita berbeda. Kadar asam urat normal pada pria
berkisar 3,5-7mg/dl. Dan pada wanita 2,6-6mg/dl. Bila pemeriksaan menunjukkan
kadar asam urat melampaui standar normal, maka penderita dimungkinkan mengalami
hiperurisemia.
F.
Penatalaksanaan
Penatalaksanaan
arthritis gout sebagai berikut :
a.
Meredakan peradanagn sendi (dengan penggunaan
obat dan istirahat sendi yang terkena)
b.
Pengaturan kadar asam urat (pengaturan diit dan
obat-obatan)
Tujuan utama pengobatan
arthritis gout adalah :
1.
Mengobati serangan akut secara baik dan benar
2.
Mencegah serangan ulangan
3.
Mencegah kelainan sendi yang berat akibat
penimbunan Kristal urat
4.
Mencegah komplikasi yang terjadi akibat
peningkatan asam urat pada jantung, ginjal dan pembuluh darah.
5.
Mencegah pembentukan batu pada saluran kemih.
Pengobatan dapat
dilakukan dengan memberikan obat antiinflamasi nonsteroid (antirematik) dan
obat penurun asam urat (obat yang mempercepat/meningkatkan pengeluaran asam
urat melalui kemih (probenecid) atau obat yang menurunkan produksi asam urat
(allopurinol))
G.
Pengaturan Diit
Selain jeroan
makanan tinggi protein dan lemak merupakan sumber purin. Walaupun mengandung
kolesterol dan purin yang tinggi makanan yang tinggi lemak dan protein sangat berguna
bagi tubuh terutama untuk anak-anak di usia pertumbuhan. Kolesterol penting bagi precursor vitamin D,
bahan pembentuk otak, jaringan saraf, hormone steroid, garam-garam empedu dan
membrane sel.
Berikut golongan
makanan berdasarkan kandungan purin :
1.
Golongan A : Makanan mengandung purin tinggi
(150-800 mg/100 gram makanan). Jenis makanan golongan ini harus dihindari bagi
penderita gout. Adapun jenis makanannya :
Ø
Makanan laut, seperti udang, kepiting, tiram,
cumi-cumi dsb
Ø
Minuman mengandung alcohol, seperti tape, bir dsb
Ø
Makanan kaleng seperti sarden, kornet dll
Ø
Jeroan, seperti usus, hati, limpa dll
Ø
Beberapa jenis buah, seperti alpukat, durian,
air kelapa muda dll
Ø
Kaldu daging
2.
Golongan B : Makanan yang mengandung purin
sedang (50-150 mg/100 gram makanan). Makanan golongan ini boleh dikonsumsi
dalam jumlah terbatas. Adapaun makanan yang termasuk ialah :
Ø
Tahu dan tempe
Ø
Ikan, daging sapi, kambing dan ayam
Ø
Beberapa jenis sayuran, seperti kangkung, bayam,
taoge, brokoli, daun papaya, asparagus, kacang-kacangan dan jamur.
Ø
Makanan berlemak, seperti santan, margarine,
mentega atau gorengan. Lemak dapat menghambat pengeluaran asam urat melalui
urine.
3.
Golongan C : Makanan yang mengandung purin lebih
ringan (0-50 mg/100 gram makanan). Makanan golongan ini dapat dikonsumsi
penderita asam urat. Yang termasuk golongan C :
Ø
Keju, susu, telur
Ø
Makanan sumber KH
Ø
Buah, seperi semangka, melon, nanas, nelimbing
manis dan jambu air.Buah-buahan lain jiga dapat dikonsumsi kecuali alpukat dan
durian.
Selain itu
penderita asam uart diajurkan banyak minum, minimal 2 liter atau 10 gelas
setiap hari. Ini bertujuan membantu pengeluaran asam urat melalui urine dan
mencegah penumpukan asam urat di ginjal atau kandung kemih.
H.
Jenis Gout
1.
Gout Primer
Penyebab gout primer memang belum diketahui , namun
diduga berkaitan dengan faktor genetic dan hormonal sehingga terjadi gangguan
metabolism yang ditamdai dengan meningkatnya produksi asam urat atau bahkan
berkurangnya pengeluaran asam urat dari tubuh.
Sekitar 90% pasien penderita gout primer adalah pria
usia lebih dari 30 tahun, sementara gout pada wanita umumnya setelah menopause.
2.
Gout Sekunder
Gout sekunder muncul karena meningkatnya produksi asam
urat akibat mengkonsumsi makanan dengan kadar purin yang tinggi. Selain karena
makanan juga bisa disebabkan penyakit darah dan kulit, obat-obatan, obesitas dan
penderita DM serta kadar trigliserida yang tinggi. Orang yang menderita
penyakit gout sekunder cenderung teledor dalam memilih makanan
Daftar Pustaka
Saraswati,
Sylvia. Diet Sehat . 2009 . Yogyakarta : A*PLUS BOOK
Rahmawati, Sita.
Menu Sehat Asam Urat. 2010 . Yogyakarta : Insania